Hopeless???
Hopeless??? Ah
itu dulu. Sekarang aku ga boleh hopeless lagi. Yach, walaupun serangan
itu datang dan membuatku nyaris tak bertenaga, aku ga boleh hopeless
lagi. Mau seperti apa kita, semuanya dikendalikan oleh otak kita sendiri. Ia
temanku. Sebuah kenyataan yang ga bisa aku tolak. Teman yang membersamaiku
seumur hidupku. Ia memang selalu datang di saat yang ga tepat. Ya, itu karena
aku tak pernah menginginkannya.
Tak bisa aku
pungkiri kalo aku pernah membencinya. Ia membuatku sulit bernafas, sulit
berfikir, dan sulit untuk melakukan sesuatu yang ingin aku lakukan. Aku tak
berdaya. Aku menyerah dalam pelukan ketidakberdayaanku sendiri. Betapa
menyedihkannya. Aku sering stress dibuatnya. Tapi, stress hanya membuat ia
makin gencar menyerangku. Bukan itu cara untuk menghadapinya. Anggaplah ia
teman yang kadang butuh perhatian lebih. Begitulah pendapatku.
Sekarang aku
sudah bisa menganggapnya sebagai teman. Teman yang menyapa bila aku lalai
menjaga diri. Ia juga akan menyapaku bila aku berada pada hawa yang ga baik.
Ketika hati dan fikiran ini tak bisa diajak untuk berlaku positif, ia akan
datang membelaiku dan mengingatkanku. Alangkah baiknya ia.
Ketika ia
datang, istirahat dan tersenyumlah. Begitu caraku menghadapinya. Cara ini
ternyata efektif juga sehingga ia hanya sebentar saja menghampiriku. Senyum
ternyata benar-benar membawa energi positif. Hati menjadi senang sehingga
urat-urat stress pun dapat terlonggarkan. Aku pernah baca kalo senyum itu lebih
hemat energi dibanding marah. Kayaknya emang benar deh. Buktinya kalo aku marah
aku jadi lebih cepat laper hehehe………..
Sekarang aku
sangat yakin aku bisa menghadapinya. Bukan dihadapi dengan obat semprot yang bisa
buat addict ataupun suntik terapi yang sangat lama, tapi dihadapi dengan
senyum dan positive thinking. Dengan sisa-sisa tenaga dan kesulitan
berkonsentrasi yang teramat sangat, aku masih bisa mengetik tulisan ini. Bukti
kalo aku masih bisa melakukan apa yang aku ingin lakukan. Walaupun nafas
terengah dan otak susah diajak kompromi, keep smile!!! Dengan begitu ia
akan mudah menghilang. Yeah, aku bisa menghadapinya. Aku masih punya banyak
mimpi. So aku ga mau hopeless lagi. Never again!!!
Note : Ditulis di malam
saat serangan itu datang. Yach, resiko atopi. Btw, caraku ini ga boleh dilakukan bagi yang udah parah, bisa2 tar malah pergi ke alam lain.

