Archive forJune, 2008

Ga Penting Apa Makanannya

Suatu siang di lab rekayasa, ada obrolan ringan mengenai alergi antara aku,
Danu adik tingkat yang lagi penelitian di lab reka, dan pak Rachmat sang
teknisi. Danu sudah menderita alergi semenjak ia kecil. Lain halnya dengan aku
yang baru 6 tahun ini merasakan repotnya menghadapi alergi. Sedangkan pak
Rachmat ga punya pengalaman menghadapi alergi. Aku dan Danu ternyata sama-sama
menderita lebih dari 1 alergi. Bedanya Danu sudah menjalani tes alergi sehingga
tahu benar apa saja alerginya, sedangkan aku sama sekali belum pernah. Bukannya
aku ga mau, tapi males aja ke dokter. Aku males debat ma dokter dan males minum
obat. Ginjal ma liverku bisa kalah dicekoki obat terus-terusan.

 

Danu bercerita bahwa dia alergi dengan debu, makanan, dan obat-obatan
tertentu. Tidak hanya alergi pada 1 jenis makanan, tetapi berbagai macam jenis
makanan. Sedangkan aku, 3 tahun lalu dokter menduga aku alergi terhadap MSG
setelah aku melaporkan observasiku selama berbulan-bulan. Aku juga alergi
dengan salah satu jenis antibiotik, dan bahan kimia tertentu. Mengenai alergi
bahan kimia, sementara masih dalam dugaanku saja. Yach, sebuah roti kering
telah membuat lidah dan tenggorokanku menjadi tak karuan. Entah senyawa kimia
apa yang terkandung dalam roti itu.

 

Mengenai alergi terhadap makanan, aku sepakat dengan
Danu bahwa solusinya bukan dengan menghindari makanan penyebab alergi. Terlalu strict
dengan apa yang akan dimakan hanya buat capek. Aku ga mungkin selalu
menghindari MSG. Apalagi ketika beraktivitas di luar rumah. Pilihanku hanya ada
dua, memprotek diri dari makanan yang mengandung MSG sehingga ga jadi makan
dengan resiko maagku kambuh atau sembarangan makan dengan resiko alergiku
kambuh. Dan aku lebih memilih opsi yang terakhir. Daripada aku mual sepanjang
hari, ulu hati berasa seperti kram, pusing, dan bisa muntah darah, mending
alergiku aja yang kambuh. Toh ga jelas juga apa manifestasinya. It’s a challenge.
Nikmati aja apa yang akan terjadi. Daripada stress mikir mo makan apa, apapun
makanannya dimakan aja.  Kalo alerginya parah ya kepaksa minum obat. Kalo ga
parah ya biarin aja deh. Syukur-syukur ga kambuh alerginya. So ga lagi penting apa
makanannya.

Comments